Rabu, 31 Oktober 2012

Hello-ween


Happy Halloween

It's late and we are sleepy,
The air is cold and still.
Our jack-o-lantern grins at us
Upon the window sill.
We're stuffed with cake and candy
And we've had a lot of fun,
But now it's time to go to bed
And dream of all we've done.
We'll dream of ghosts and goblins
And of witches that we've seen,
And we'll dream of trick-or-treating
On this happy Halloween.

Selasa, 30 Oktober 2012

Sesingkat itukah, Kita?

Syg, tidaklah kamu ingat saat pertama kali kita bertemu dan kamu menyapaku dengan senyumanmu yg aku rasa sangat manis itu? Saat kamu merasa malu akan tingkahmu yang begitu lucu kepadaku namun aku sungguh terhibur oleh semua candamu itu..

Aku selalu memilih membolos jam kuliah hanya untuk menemuimu di rumahmu yang memang bisa dibilang tidak dekat dari kotaku..

Syg, apakah kamu ingat saat hujan lebat diluar dan aku memilih duduk bersebelahan denganmu? Kemudian kamu memberiku isyarat agar aku memakai jaketku dan membiarkanku bersandar di pundakmu..

Ingatkah kamu bagaimana caramu memanggilku dengan sebutan 'manis' di setiap percakapan kita? Caramu yang berhasil membuatku selalu ingin tersenyum saat namamu muncul di layar hpku..

Saat kamu selalu ada waktu untuk membuatku tertawa dan melupakan semua beban pikiranku, saat itu juga aku mulai yakin bahwa kamu bisa menjadi semangat baru untukku..

Masih teringat dengan jelas saat kamu memintaku untuk selalu ada dan memberi kabar padamu apapun dan dimanapun aku berada, apa itu pertanda bahwa kamu mengkhaatirkan aku?

Hmm.. Bagaimana aku tak ingat, caramu yang selalu membuatku tersenyum setiap aku membaca pesan² singkat darimu, celotekan kecilmu yang mampu membuatku geli ketika kamu menggodaku..

Dan caramu berkata hati² saat aku hendak pulang kembali ke kotaku, juga caramu memperhatikan setiap gerak gerik ku saat aku bersamamu..

Bukankah begitu menyenangkan, Syg?


Ingatkah kamu saat aku merasa ragu untuk maju dan kamu berusaha meyakinkanku dengan semua keterbatanmu itu?

Saat kamu berkata bahwa aku mampu untuk terus menulis cerita kita dalam sebuah paragraf baru, dan aku sanggup untuk memberikan beraneka warna di setiap kalimat itu..

Bukankah kamu juga yakin, aku selalu berusaha menghapus bagian yg kamu anggap salah? Kemudian aku menggantinya dengan yg kita anggap benar..

Lalu, kenapa sekarang kamu justru menghapus semuanya? Apakah kamu merasa tulisan kita kurang pantas untuk di baca orang lain diluar sana?

Syg, aku kecewa ketika kini kamu mendadak keluar dari semua tulisan yang kita rangkai bersama.. Sedangkan aku?

Aku masih terus berusaha merangkai satu demi satu kata agar aku berhasil mencapai sebuah titik. Agar tulisan kita ini tak nampak percuma, tentunya..

Namun seperti yang terlihat kini, titik itu justru semakin jauh untuk dapat ku capai. Dan kini keraguan ku pun mulai datang menyelimuti..

Kemana pergi mu ketika tulisan kita semakin tak terbaca? Dimana kamu ketika aku butuh sesuatu untuk menutupi bagian yang tak terbaca itu?


Syg, aku lelah. Dan kini aku hampir menyerah. Salahkah jika aku memilih untuk berhenti menulis cerita kita?

Aku merasa kehilangan suatu hal yg aku coba tulis dalam paragraf kita. Dan kamu pasti lebih tau apa yg menyebabkan aku kehilangan itu semua..

Sudahlah syg, kini aku hanya bisa memandang tulisan yg tak berhasil tertata indah ini. Apakah kamu juga melihatnya dari sana?

Aku tak yakin kamu bisa merasakan betapa kecewanya aku saat aku mendengar kabar bahwa kamu telah menemukan tulisan baru yang mungkin lebih menarik perhatianmu..

Syg, bahagiakah kamu disana dengan tulisan yang kamu anggap lebih indah itu?


Ikhlas. Iya, aku akan belajar lebih ikhlas, belajar memahami apa arti kehilangan dan merelakan tulisan kita terhapus perlahan..

Bahkan untuk sekedar cemburu pun aku tak berhak, saat aku tau kamu telah bahagia di dalam cerita barumu itu..

Mungkin tulisannya memang lebih indah dari tulisanku, bukan?

Aku mulai mengerti apa makna dari pertemuan singkat kita. Yeaah, memang singkat dan terasa cepat berlalu begitu saja..

Dan aku hanya terdiam tanpa berbuat apa² ketika kamu hanya menatapku kosong seolah tak pernah tau tulisanku, bahkan tak kenal siapa aku..

Mungkin memang benar kamu telah melupakan aku, semua tulisanku, semua peristiwa kita, dan pertemuan indah kita..

Senin, 29 Oktober 2012

Panitia SFI


 

Riska - Nanda - Hevi - Lucky - Lesty
@Gd. Korpri Salatiga
Minggu, 28 Oktober 2012

Jumat, 26 Oktober 2012

Pandangan Pertama Itu ...

Hey, aku duduk termenung menatap matahari senja itu, kabut pun serasa menyertai musim yang aku rasa sangat dingin akhir-akhir ini. Di luar sana, kulihat segerombolan anak kecil menendang satu bola bergiliran. Sekilas aku berpikir, betapa bahagia nya mereka bisa bermain dan berbagi bersama. Langit mulai redup ketika cahaya itu semakin turun, namun tak satupun anak berniat menyingkir dari lapangan yang tak begitu lebar itu. Ku putar bola mataku, dan mendadak tatapanku terhenti pada satu titik di sudut lapangan. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya. Kamu, Iya kamu.. begitu asik bermain dengan kameramu. Entah apa yang membuatmu tertawa melihat kamera di tanganmu itu. Aku pun terus memandangmu dan seolah mengerti apa yang sedang km mainkan bersama kameramu. Tatapanku yang terus memantau itu seketika membuatmu tersadar dan berbalik menatapku. Aahh.. cepat-cepat aku mengalihkan pandangan ke bawah. Namun, tatapan itu terus berjalan dan semakin mendekat. Aku begitu sadar hingga akhirnya aku mendongak saat sebuah tangan menepuk lirih bahuku, "Hey!" Sapamu untuk pertama kalinya. Sapaan yang hingga saat ini masih selalu terbayang jika aku mengingat tentangmu.

Mungkin itulah awal pertemuan kita. Pertemuan yang aku rasa tidak begitu berkesan buatmu. Namun, itulah saat dimana aku merasa menemukan pertanyaan yang terus membayangiku. Apakah bertemu denganmu saat itu bisa menciptakan pertemuan untuk kita setiap hari? Ahh.. aku pikir itu hanyalah pemikiran konyol. Aku terus membuang apa yang ada dalam benakku ketika itu. Hingga larut malam, senyuman saat kau menyapaku sore tadi kian membayang. Aku mencoba mengubah posisi tidurku menghadap ke jendela kamar. Harapanku ya tentu aku ingin melihat di luar jendela dan membuang semua pikiran konyolku itu. Namun semakin aku mencoba, rasanya kamu semakin masuk ke dalam otakku. Hey! Kenapa kamu betah ada dalam pikiranku? Apakah caraku memikirkan mu itu berlebihan? Lalu, kenapa aku sungguh berpikir terus tentangmu? Oh, kini boneka di atas kasur yang sedari tadi menemaniku seolah ikut tersenyum melihat ku semakin gelisah. Apakah aku jatuh cinta? Melihatmu pada pandangan pertama kali saja sudah sangat mengusik cara kerja otakku. Hingga membuatku susah terlelap malam itu. Aku menghela nafas dan mencoba berpikir tenang. Hembusan angin yang masuk melalui celah jendelaku seakan berbisik bahwa aku memang sedang jatuh cinta. Aku pun menarik selimut dan tersadar bahwa aku merasa kamu lah sosok yang aku lihat pertama kali namun begitu susah terlepas dari pandanganku. Kamu lah yang membuyarkan segala isi yang ada di otakku malam itu. Terus masuk dan berusaha semakin dalam berlarian dalam pikiranku. Tanpa ku sadari, aku pun terlelap dan ketika aku membuka mataku pagi hari, hatiku pun menjawab segala kegelisahanku semalam, kemudian berkata lirih, Iya.. Aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya tentunya pandanganku terhadapmu :)


-hevikartika-