Jumat, 26 Oktober 2012

Pandangan Pertama Itu ...

Hey, aku duduk termenung menatap matahari senja itu, kabut pun serasa menyertai musim yang aku rasa sangat dingin akhir-akhir ini. Di luar sana, kulihat segerombolan anak kecil menendang satu bola bergiliran. Sekilas aku berpikir, betapa bahagia nya mereka bisa bermain dan berbagi bersama. Langit mulai redup ketika cahaya itu semakin turun, namun tak satupun anak berniat menyingkir dari lapangan yang tak begitu lebar itu. Ku putar bola mataku, dan mendadak tatapanku terhenti pada satu titik di sudut lapangan. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya. Kamu, Iya kamu.. begitu asik bermain dengan kameramu. Entah apa yang membuatmu tertawa melihat kamera di tanganmu itu. Aku pun terus memandangmu dan seolah mengerti apa yang sedang km mainkan bersama kameramu. Tatapanku yang terus memantau itu seketika membuatmu tersadar dan berbalik menatapku. Aahh.. cepat-cepat aku mengalihkan pandangan ke bawah. Namun, tatapan itu terus berjalan dan semakin mendekat. Aku begitu sadar hingga akhirnya aku mendongak saat sebuah tangan menepuk lirih bahuku, "Hey!" Sapamu untuk pertama kalinya. Sapaan yang hingga saat ini masih selalu terbayang jika aku mengingat tentangmu.

Mungkin itulah awal pertemuan kita. Pertemuan yang aku rasa tidak begitu berkesan buatmu. Namun, itulah saat dimana aku merasa menemukan pertanyaan yang terus membayangiku. Apakah bertemu denganmu saat itu bisa menciptakan pertemuan untuk kita setiap hari? Ahh.. aku pikir itu hanyalah pemikiran konyol. Aku terus membuang apa yang ada dalam benakku ketika itu. Hingga larut malam, senyuman saat kau menyapaku sore tadi kian membayang. Aku mencoba mengubah posisi tidurku menghadap ke jendela kamar. Harapanku ya tentu aku ingin melihat di luar jendela dan membuang semua pikiran konyolku itu. Namun semakin aku mencoba, rasanya kamu semakin masuk ke dalam otakku. Hey! Kenapa kamu betah ada dalam pikiranku? Apakah caraku memikirkan mu itu berlebihan? Lalu, kenapa aku sungguh berpikir terus tentangmu? Oh, kini boneka di atas kasur yang sedari tadi menemaniku seolah ikut tersenyum melihat ku semakin gelisah. Apakah aku jatuh cinta? Melihatmu pada pandangan pertama kali saja sudah sangat mengusik cara kerja otakku. Hingga membuatku susah terlelap malam itu. Aku menghela nafas dan mencoba berpikir tenang. Hembusan angin yang masuk melalui celah jendelaku seakan berbisik bahwa aku memang sedang jatuh cinta. Aku pun menarik selimut dan tersadar bahwa aku merasa kamu lah sosok yang aku lihat pertama kali namun begitu susah terlepas dari pandanganku. Kamu lah yang membuyarkan segala isi yang ada di otakku malam itu. Terus masuk dan berusaha semakin dalam berlarian dalam pikiranku. Tanpa ku sadari, aku pun terlelap dan ketika aku membuka mataku pagi hari, hatiku pun menjawab segala kegelisahanku semalam, kemudian berkata lirih, Iya.. Aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya tentunya pandanganku terhadapmu :)


-hevikartika-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar